SEJARAH DESA SAYANG

Kec. Jatinangor, Kab. Sumedang

PEMBENTUKAN DAN PERKEMBANGAN DESA

Berdasarkan sejarahnya, Desa Sayang merupakan sebuah desa induk sebelum pemekaran wilayah. Desa Sayang sudah ada semenjak Kecamatan Jatinangor masih bernama Kecamatan Cikeruh dan masih mencakup wilayah Kecamatan Cimanggung. Ketika Kecamatan Cikeruh dimekarkan menjadi dua kecamatan, Desa Sayang termasuk salah satu desa yang tetap berada di kawasan kecamatan induk pada waktu itu yaitu Kecamatan Cikeruh. Kemudian pada waktu itu wilayah Desa Sayang mencakup pula wilayah Desa Mekargalih sebelum dimekarkan menjadi dua wilayah desa. Dan akhirnya, Desa Sayang dimekarkan menjadi dua desa yaitu Desa Sayang dan Desa Mekargalih. Paska pemekaran wilayah, Desa Sayang memiliki cakupan wilayah di bagian utara bekas wilayah desa induk.

Dan jika dilihat menggunakan Google Maps, wilayah Desa Sayang memanjang dari bagian tengah ke arah selatan wilayah Kecamatan Jatinangor dan bersentuhan dengan wilayah Kabupaten Bandung. Topografinya relatif datar dengan bagian utara lebih tinggi jika dibandingkan dengan bagian selatan. Bagian timur khususnya bagian selatan wilayah Desa Sayang dibatasi oleh aliran Sungai Cikeruh. Untuk tata guna lahannya, dengan pengembangan kampus ITB Kampus Jatinangor, praktis bagian utara wilayah Desa Sayang menjadi kawasan pendidikan sampai dengan jalur jalan yang menghubungkan Bandung – Sumedang di bagian tengah. Ke bagian selatannya merupakan campuran antara kawasan pemukiman penduduk dengan kawasan pertanian, terutama lahan pesawahan. Dan ujung selatan wilayah Desa Sayang merupakan kawasan padat penduduk.

Sebagaimana desa lainnya yang berada di kawasan pendidikan Jatinangor, Desa Sayang tidak bisa lepas dari pengaruh perkembangan kawasan Jatinangor. Pengembangan kawasan pusat pendidikan Jatinangor mempengaruhi kawasan Desa Sayang yang memang berada di kawasan tersebut sebagai kawasan pendidikan. Bagian utara kawasan Desa Sayang merupakan kawasan pendidikan dimana berdiri kampus Institut Teknologi Bandung (ITB) Jatinangor yang sebelumnya merupakan kampus Universitas Winayamukti (UNWIM). Pengembangan ke arah kawasan pendidikan ini telah mengubah kawasan Desa Sayang yang sebelumnya merupakan kawasan pertanian menjadi salah satu pusat pendidikan di Jatinangor. Berdasarkan perkembangan wilayah, kawasan Desa Sayang yang mengikuti perkembangan dari kawsasan pertanian menjadi kawasan pendidikan membawa pengaruh terhadap mata pencaharian penduduk Desa Sayang. Jika sebelumnya didominasi oleh sektor pertanian, sekarang dimungkinkan lebih banyak yang bekerja di sektor jasa dan perdagangan.

KEPEMIMPINAN

Sejak terbentuknya Desa sampai dengan saat ini, Desa Sayang Telah dipimpin oleh 10 Kepala Desa, Yaitu :

No. Nama Periode
1. Mad Saleh Tahun 1930 s/d 1940
2. Hasan Dikarta Tahun 1940 s/d 1948
3. Wijaya Tahun 1948 s/d 1958
4. Aan Sar’an Tahun 1958 s/d 1965
5. PJS KADES Dari Kecamatan Tahun 1965 s/d 1968
6. Muskin Tahun 1968 s/d 1972
7. H. Entang Sari Tahun 1972 s/d 1980
8. H. Entang Sari Tahun 1980 s/d 1983
9. H. Entang Sari Tahun 1983 s/d 1991
10. Ikin Rasikin Tahun 1991 s/d 2000
11. H. Dedep Hambali Tahun 2000 s/d 2006
12. Ir. U. Irawan Tahun 2006 s/d 2012
13. Dodi Kurnaedi, S.Pd.I Tahun 2012 s/d 2018
14. Dodi Kurnaedi, S.Pd.I Tahun 2018 s/d Sekarang